Rabu, 12 Agustus 2015



MAKALAH
BOTANI TANAMAN PADI
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/a/a8/Lambang_Universitas_Andalas.png
OLEH:
RAHYUNI
1310211131

PROGRAM STUDI AGROKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2015


“BOTANI TANAMAN PADI”

            Tujuan dari pembuatan makalah ini sebagai tugas yang di berikan oleh dosen pengasuh mata kuliah teknologi produksi tanaman pangan yaitu ibu Dr.Ir. Etti Swasti, MS.

Ditulis oleh                  : Rahyuni

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/a/a8/Lambang_Universitas_Andalas.png
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2015


KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Berkat rahmat dan karunia-Nya Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan dan menyusun makalah ini, dalam rangka memenuhi salah satu tugas Teknologi Produksi Tanaman Pangan I.
Penyusun sudah berusaha dengan segala kemampuan untuk menyusun makalah ini dengan baik. Meski demikian sebagai manusia biasa tidaklah selalu terlepas dari kesalahan maupun kekurangan. Dalam penulisan makalah yang berjudul “Botani Tanaman Padi” ini saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, tetapi saya tidak akan menyerah begitu saja, saya akan terus berusaha mempersembahkan yang terbaik. Maka dari itu saya sangatlah mengharapkan bantuan, bimbingan, arahan, serta motifasi., kritik dan saran yang bersifat membangun guna mencapai hasil yang lebih baik lagi.
Atas dukungan moral yang diberikan saya mngucapkan terima kasih kepada ibu Dr.Ir. Etti Swasti, MP, selaku dosen pengasuh mata kuliah Teknologi Produksi Tanaman Pangan I, penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu dalam kelancaran penyusunan makalah ini, dan mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya bagi pembaca.
Ammin………..


DAFTAR ISI

Kata pengantar...................................................................................................................... i
Daftar isi.................................................................................................................................ii
Bab I....................................................................................................................................... 1
Bab II ..................................................................................................................................... 3
Bab III.................................................................................................................................... 9
Daftar Pustaka ..................................................................................................................... 10


DAFTAR PUSTAKA
Aak. 1992. Morfologi Tumbuhan.Jakarta:Erlangga
Departemen Pertanian.1983.cara bercocok tanam padi.Jakarta:Departemen Pertanian
Grist.1960.tacsonomy Of  Plant. LA:Beverly
BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang


Manusia adalah makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah SWT, yang memerlukan makan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seperti yang diketahui saat ini banyak orang yang mati, karena kelaparan. Kejadian itu sering terjadi, terutama di Indonesia yang disebabkan karena kemalasan mereka untuk bekerja dan juga kurang pedulinya pemerintah terhadap rakyat-rakyat kecil.
Manusia memerlukan kebutuhan makanan pokok, yang mana di setiap suatu negara memiliki makanan pokok yang berbeda-beda. Tetapi yang makanan pokok yang cukup terkenal adalah beras atau nasi. Dan sebagian besar penduduk Indonesia makanan pokoknya adalah nasi. Yang mana awalnya nasi atau beras itu berasal suatu tumbuhan padi seperti rumput-rumputan, yang banyak ditanam dan dibudidayakan di negara kita tercinta yaitu negara Indonesia.
Sebelum manusia mengenal nasi, terutama di negara Indonesia ini, makanan pokoknya adalah jagung, ketela, dan sagu. Untuk sagu itu yang paling banyak dibudidayakan di Papua, karena sagu sebagai makanan pokok orang Papua sampai pada saat ini.
Nasi adalah makanan pokok yang berasal dari padi dan mudah dinikmati oleh siapapun, bukan hanya nikmat, tetapi nasi mengandung berbagai zat makanan yang dipelukan oleh tubuh kita, yaitu karbohidrat,protein, lemak, serat kasar, abu, dan vitamin. Sehingga dapat membuat tubuh atau badan kita sehat. Dan jika ingin lebih nikmat lagi, nasi dapat dicampur dengan lauk-pauk seperti ikan, daging, tempe, dan sayur- sayuran seperti bayam, wortel, dan lain-lain.
Padi merupakan tanaman yang paling penting di negeri kita di Indonesia ini. Karena makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi yang dihasilkan dari tanaman padi dalam bentuk beras. Selain di Indonesia tanaman padi juga menjadi makanan pokok di negara-negara Asia lainnya seperti: China, India, Thailand,Vietnam dan lain-lain. Padi merupakan tanaman rumput berumpun. Tanaman pertanian ini berasal dari 2 benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan Subtropis.
Negara produsen padi terkemuka adalah Republik Rakyat China (31% dari total produksi dunia), India (20%), dan Indonesia (9%). Namun hanya sebagian kecil dari total produksi dunia yang di perdagangkan antar negara (hanya sekitar 5-6% dari total produksi dunia). Thailand merupakan negara pengekspor utama (26% dari total produksi yang di perdagangkan di dunia) diikuti Vietnam (15%) dan Amerika Serikat (11%). Indonesia merupakan pengimpor padi terbesar di dunia (14% dari padi yang di perdagangkan di dunia) diikuti oleh Bangladesh (4%) dan Brazil (3%).

1.2    RUANG LINGKUP
                        Makalah ini berisikan tentang taksonomi/klasifikasi tanaman padi, morfologi tanaman padi dan fase-fase pertumbuhan tanaman padi.

1.3    TUJUAN DAN MANFAAT
            Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
1)     Membantu mahasiswa agar lebih inisiatif
2)     Menanamkan rasa tanggungjawab pada mahasiswa serta rasa jujur.
Manfaat :
1.      Memberikan mahasiswa pengetahuan baru
2.      Menambah nilai akhir sebagai mana persentase nilai yang telah di sepakati.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  TAKSONOMI/ KLASIFIKASI TANAMAN PADI
Berdasarkan literatur Grist (1960), padi dalam sistematika tumbuhan diklasifikasikan kedalam :
       Kingdom              : Plantae
 Divisio                  : Spermatophyta 
 Sub divisio           : Angiospermae 
Kelas                    : Monocotyledoneae
Ordo                     : Poales 
Famili                   : Graminae 
Genus                   : Oryza Linn 
Species                 Oryza sativa L. 

     Dari taksonomi di atas dapat disimpulkan bahwa tanaman padi merupakan tumbuhan berbunga, dan tumbuhan ini merupakan tumbuhan berbiji tertutup. Sedangkan kelas dari padi adalah monocotyledonae, yaitu tumbuhan yang berkeping/ kotiledonnya satu yang mempunyai akar serabut. Berasal dari tanaman rumput-rumputan (Graminae).

2.2  MORFOLOGI TANAMAN PADI

Morfologi tanaman padi adalah sebagai berikut:
1)      Akar

Berdasarkan literatur Aak (1992) akar adalah bagian tanaman yang berfungsi menyerap air dan zat makanan dari dalam tanah, kemudian diangkut ke bagian atas tanaman. Akar tanaman padi dapat dibedakan atas :
  • Radikula; akar yang tumbuh pada saat benih berkecambah. Pada benih yang sedang berkecambah timbul calon akar dan batang. Calon akar mengalami pertumbuhan ke arah bawah sehingga terbentuk akar tunggang, sedangkan calon batang akan tumbuh ke atas sehingga terbentuk batang dan daun. 
  • Akar serabut (akar adventif); setelah 5-6 hari terbentuk akar tunggang, akar serabut akan tumbuh. 
  • Akar rambut ; merupakan bagian akar yang keluar dari akar tunggang dan akar serabut. Akar ini merupakan saluran pada kulit akar yang berada diluar, dan ini penting dalam pengisapan air maupun zat-zat makanan. Akar rambut biasanya berumur pendek sedangkan bentuk dan panjangnya sama dengan akar serabut. 
  • Akar tajuk (crown roots) ;adalah akar yang tumbuh dari ruas batang terendah. Akar tajuk ini dibedakan lagi berdasarkan letak kedalaman akar di tanah yaitu akar yang dangkal dan akar yang dalam. Apabila kandungan udara di dalam tanah rendah,maka akar-akar dangkal mudah berkembang. 

Bagian akar yang telah dewasa (lebih tua) dan telah mengalami perkembangan akan berwarna coklat, sedangkan akar yangbaru atau bagian akar yangmasih muda berwarna putih.


2)      Batang

Padi termasuk golongan tumbuhan Graminae dengan batang yang tersusun dari beberapa ruas. Ruas-ruas itu merupakan bubung kosong. Pada kedua ujung bubung kosong itu bubungnya ditutup oleh buku. Panjangnya ruas tidak sama. Ruas yang terpendek terdapat pada pangkal batang. Ruas yang kedua, ruas yang ketiga, dan seterusnya adalah lebih panjang daripada ruas yang didahuluinya. Pada buku bagian bawah dari ruas tumbuh daun pelepah yang membalut ruas sampai buku bagian atas.Tepat pada buku bagian atas ujung dari daun pelepah memperlihatkan percabangan dimana cabang yang terpendek menjadi ligula (lidah) daun, dan bagian yamg terpanjang dan terbesar menjadi daun kelopak yang memiliki bagian auricle pada sebelah kiri dan kanan. Daun kelopak yang terpanjang dan membalut ruas yang paling atas dari batang disebut daun bendera. Tepat dimana daun pelepah teratas menjadi ligula dan daun bendera, di situlah timbul ruas yang menjadi bulir padi.

Pertumbuhan batang tanaman padi adalah merumpun, dimana terdapat satu batang tunggal/batang utama yang mempunyai 6 mata atau sukma, yaitu sukma 1, 3, 5 sebelah kanan dan sukma 2, 4, 6 sebelah kiri. Dari tiap-tiap sukma ini timbul tunas yang disebut tunas orde pertama.

Tunas orde pertama tumbuhnya didahului oleh tunas yang tumbuh dari sukma pertama, kemudian diikuti oleh sukma kedua, disusul oleh tunas yang timbul dari sukma ketiga dan seterusnya sampai kepad apembentukan tunas terakhir yang keenam pada batang tunggal.Tunas-tunas yang timbul dari tunas orde pertama disebu ttunas orde kedua. Biasanya dari tunas-tunas orde pertama ini yang menghasilkan tunas-tunas orde kedua ialah tunas orde pertama yang terbawah sekali pada batang tunggal/ utama. Pembentukan tunas dari orde ketiga pada umunya tidak terjadi,oleh karena tunas-tunas dari orde ketiga tidak mempunyai ruang hidup dalam kesesakan dengan tunas-tunas dari orde pertama dan kedua.





3)      Daun

Padi termasuk tanaman jenis rumput-rumputan mempunyai daun yang berbeda-beda, baik bentuk, susunan, atau bagian bagiannya. Ciri khas daun padi adalah adanya sisik dan telinga daun. Hal inilah yang menyebabkan daun padi dapat dibedakan dari jenis rumput yang lain. Adapun bagian-bagian daun padi adalah : 
  • Helaian daun ; terletak pada batang padi dan selalu ada. Bentuknya memanjang seperti pita. Panjang dan lebar helaian daun tergantung varietas padi yang bersangkutan. 
  • Pelepah daun (upih) ;merupakan bagian daun yang menyelubungi batang, pelepah daun ini berfungsi memberi dukungan pada bagian ruas yang jaringannya lunak, dan hal ini selalu terjadi. 
  • Lidah daun ; lidah daun terletak pada perbatasan antara helai daun dan upih. Panjang lidah daun berbeda-beda, tergantung pada varietas padi. Lidah daun duduknya melekat pada batang. Fungsi lidah daun adalah mencegah masuknya air hujan diantara batang dan pelepah daun (upih). Disamping itu lidah daun juga mencegah infeksi penyakit, sebab media air memudahkan penyebaran penyakit.
Daun yang muncul pada saat terjadi perkecambahan dinamakan koleoptile. Koleoptil keluar dari benih yang disebar dan akan memanjang terus sampai permukaan air. koleoptil baru membuka, kemudian diikuti keluarnya daun pertama, daun kedua dan seterusnya hingga mencapai puncak yang disebut daun bendera, sedangkan daun terpanjang biasanya pada daun ketiga. Daun bendera merupakan daun yang lebih pendek daripada daun-daun di bawahnya, namun lebih lebar dari pada daun sebelumnya. Daun bendera ini terletak di bawah malai padi. Daun padi mula-mula berupa tunas yang kemudian berkembang menjadi daun. Daun pertama pada batang keluar bersamaan dengan timbulnya tunas (calon daun) berikutnya. Pertumbuhan daun yang satu dengan daun berikutnya (daun baru) mempunyai selang waktu 7 hari,dan 7 hari berikutnya akan muncul daun baru lainnya.


4)      Bunga

Sekumpulan bunga padi (spikelet) yang keluar dari buku paling atas dinamakan malai. Bulir-bulir padi terletak pada cabang pertama dan cabang kedua, sedangkan sumbu utama malai adalah ruas buku yang terakhir pada batang. Panjang malai tergantung pada varietas padi yang ditanam dan cara bercocok tanam. Dari sumbu utama pada ruas buku148 yang terakhir inilah biasanya panjang malai (rangkaian bunga) diukur. Panjang malai dapat dibedakan menjadi 3 ukuran yaitu malai pendek (kurang dari 20 cm), malai sedang (antara 20-30 cm), dan malai panjang (lebih dari 30cm). Jumlah cabang pada setiap malai berkisar antara 15-20 buah, yang paling rendah 7 buah cabang, dan yang terbanyak dapat mencapai 30 buah cabang. Jumlah cabang ini akan mempengaruhi besarnya rendemen tanaman padi varietas baru, setiap malai bisa mencapai100-120 bunga (Aak, 1992).

Bunga padi adalah bunga telanjang artinya mempunyai perhiasan bunga. Berkelamin dua jenis dengan bakal buah yang diatas. Jumlah benang sari ada 6 buah, tangkai sarinya pendek dan tipis, kepala sari besar serta mempunyai dua kandung serbuk. Putik mempunyai dua tangkai putik, dengan dua buah kepala putik yang berbentuk malai dengan warna pada umumnya putih atau ungu (Departemen Pertanian, 1983).

Komponen-komponen (bagian) bunga padi adalah: 
  • kepala sari 
  • tangkai sari, 
  • palea (belahan yang besar), 
  • lemma (belahan yang kecil), 
  • kepala putik, 
  • tangkai bunga. 

5)      Buah 

Buah padi yang sehari-hari kita sebut biji padi atau butir/gabah,sebenarnya bukan biji melainkan buah padi yang tertutup oleh lemma dan palea. Buah ini terjadi setelah selesai penyerbukkan dan pembuahan. Lemma dan palea serta bagian lain yang membentuk sekam atau kulit gabah (Departemen Pertanian, 1983).

Jika bunga padi telah dewasa, kedua belahan kembang mahkota (palea dan lemmanya) yang semula bersatu akan membuka dengan sendirinya sedemikian rupa sehingga antara lemma dan palea terjadi siku/sudut sebesar 30-600. Membukanya kedua belahan kembang mahkota itu terjadi pada umumnya pada hari-hari cerah antara jam 10-12, dimana suhu kira-kira 30-32 . Di dalam dua daun mahkota palea dan lemma itu terdapat bagian dalam dari bunga padi yang terdiri dari bakal buah (biasa disebut karyiopsis).

Jika buah padi telah masak, kedua belahan daun mahkota bunga itulah yang menjadi pembungkus berasnya (sekam). Diatas karyiopsis terdapat dua kepala putik yang dipikul oleh masing-masing tangkainya. Lodicula yang berjumlah dua buah, sebenarnya merupakan daun mahkota yang telah berubah bentuk. Pada waktu padi hendak berbunga, lodicula menjad imengembang karena menghisap cairan dari bakal buah. Pengembangan ini mendorong lemma dan palea terpisah dan terbuka.
Hal ini memungkinkan benang sari yang memanjang keluar dari bagian atas atau dari samping bunga yang terbuka tadi. Terbukanya bunga diikuti dengan pecahnya kandung serbuk, yang kemudian menumpahkan tepung sarinya. Sesudah tepung sarinya ditumpahkan dari kandung serbuk maka lemma dan palea menutup kembali. Dengan berpindahnya tepung sari dari kepala putik maka selesailah sudah proses penyerbukkan. Kemudian terjadilah pembulaian yang menghasilkan lembaga danendosperm. Endosperm adalahpenting sebagai sumbercadangan makanan bagitanaman yang baru tumbuhan.


2.3  FASE-FASE PERTUMBUHAN TANAMAN PADI
Keseluruhan organ tanaman padi terdiri dari dua kelompok, yakni organ vegetatif dan organ generatif (reproduktif). Bagian-bagian vegetatif meliputi akar, batang dan daun, sedangkan bagian generatif terdiri dari malai, gabah dan bunga.
Dari sejak berkecambah sampai panen, tanaman padi memerlukan 3-6 bulan, yang seluruhnya terdiri dari dua stadia pertumbuhan, yakni vegetatif dan generatif. Fase reproduktif selanjutnya terdiri dari dua, pra-berbunga dan pasca-berbunga, periode pasca-berbunga disebut juga sebagai periode pemasakan. Oleh karena itu, Yoshida membagi pertumbuhan padi menjadi 3 bagian yakni fase vegetatif, reproduktif, dan pemasakan.
Fase vegetatif meliputi pertumbuhan tanaman dari mulai berkecambah sampai dengan inisiasi primordia malai: fase reproduktif dimulai dari inisiasi primordia malai sampai berbunga (heading) dan pemasakan dimulai dari berbunga sampai masak panen. Untuk suatu varietas berumur 120 hari yang ditanam di daerah tropik, maka vase vegetatif memerlukan 60 hari, fase reproduktif 30 hari, dan fase pemasakan 30 hari.
Stadia reproduktif ditandai dengan memanjangnya ruas teratas pada batang, yang sebelumnya tertumpuk rapat dekat permukaan tanah. Di samping itu, stadia reproduktif juga ditandai dengan berkurangnya jumlah anakan, munculnya daun bendera, bunting dan pembungaan (heading). Inisiasi primordia malai bisaanya dimulai 30 hari sebelum heading. Stadia inisiasi ini hampir bersamaan dengan memanjangnya ruas-ruas yang terus berlanjut sampai berbunga. Oleh sebab itu stadia reproduktif disebut juga stadia pemanjangan ruas-ruas. 
Pembungaan (heading) adalah stadia keluarnya malai, sedangkan antesis segera mulai setelah heading. Oleh sebab itu, heading diartikan sama dengan antesis ditinjau dari segi hari kalender. Dalam suatu komunitas tanaman, fase pembungaan memerlukan waktu selama 10-14 hari, karena terdapat pebedaan laju perkembangan antar tanaman maupun antar anakan. Apabila 50% bunga telah keluar maka pertanaman tersebut dianggap dalam fase pembungaan.
Antesis telah mulai bila benang sari bunga yang paling ujung pada tiap cabang malai telah tampak keluar. Pada umunnya antesis berlangsung antara jam 08.00 – 13.00 dan persarian (pembuahan) akan selesai dalam 5-6 jam setelah antesis. Dalam suatu malai, semua bunga memerlukan 7-10 hari untuk antesis, tetapi pada umumnya hanya 7 hari. Antesis terjadi 25 hari setelah bunting.
Berdasarkan hal-hal tersebut maka dapat diperkirakan bahwa berbagai komponen pertumbuhan dan hasil telah mencapai maksimal sebelum bunganya sendiri keluar dari pelepah daun bendera. Jumlah malai pada tiap satuan luas tidak bertambah lagi 10 hari setelah anakan maksimal, jumlah gabah pada tiap malai telah ditentukan selama periode 32 sampai 5 hari sebelum heading. Sementara itu, ukuran sekam hanya dapat dipengaruhi oleh radiasi selama 2 minggu sebelum antesis (puslitbangtan,1988).

Periode pemasakan benih terdiri dari 4 stadia masak dalam proses pemasakan bulir:
1.Stadia masak susu.
Tanda-tandanya : tanaman padi masih berwarna hijau, tetapi malai-malainya sudah terkulai: ruas batang bawah kelihatan kuning: gabah bila dipijit dengan kuku keluar cairan seperti susu.

2.Stadia masak kuning.
Tanda-tandanya : seluruh tanaman tampak kuning: dari semua bagian tanaman, hanya buku-buku sebelah atas yang masih hijau: isi gabah sudah keras, tetapi mudah pecah dengan kuku
.
3.Stadia masak penuh.
Tand-tandanya : buku-buku sebelah atas berwarna kuning, sedang batang-batang mulai kering: isi gabah sukar dipecahkan: pada varietas-varietas yang mudah rontok, stadia ini belum terjadi kerontokan. Stadia masak penuh terjadi setelah ± 7 hari setelah stadia masak kuning.

4.Stadia masak mati.
Tanda-tandanya : isi gabah keras dan kering: varietas yang mudah rontok pada stadia ini sudah mulai rontok. Stadia masak mati terjadi setelah ± 6 hari setelah masak penuh.



BAB III
KESIMPULAN

      Dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa padi merupakan  tanaman berbunga, dan berbiji tertutup, termasuk kedalam kelas monokotil, dan merupakan tanaman rumput-rumputan yang mempunyai genus Oryza L.
      Dan morfologi tanaman padi terdiri dari akar,batang, daun, bunga dan buah. Sedangkan fase-fase pertumbuhan tanaman padi terdiri dari fase vegetatif dan fase generatif. Fase vegetatif meliputi pertumbuhan tanaman dari mulai berkecambah sampai dengan inisiasi primordia malai: fase reproduktif dimulai dari inisiasi primordia malai sampai berbunga (heading) dan pemasakan dimulai dari berbunga sampai masak panen. Periode pemasakan benih terdiri dari 4 stadia masak dalam proses pemasakan bulir:
1.Stadia masak susu.
2.Stadia masak kuning.
3.Stadia masak penuh.
4.Stadia masak mati.

1 komentar: