MAKALAH
BOTANI
TANAMAN PADI

OLEH:
RAHYUNI
1310211131
PROGRAM
STUDI AGROKOTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
ANDALAS
PADANG
2015
“BOTANI
TANAMAN PADI”
Tujuan
dari pembuatan makalah ini sebagai tugas yang di berikan oleh dosen pengasuh
mata kuliah teknologi produksi tanaman pangan yaitu ibu Dr.Ir. Etti Swasti, MS.
Ditulis
oleh : Rahyuni

PROGRAM
STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
ANDALAS
PADANG
2015
KATA
PENGANTAR
Dengan
memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Berkat rahmat dan karunia-Nya
Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan dan menyusun makalah ini, dalam rangka
memenuhi salah satu tugas Teknologi Produksi Tanaman Pangan I.
Penyusun sudah berusaha dengan
segala kemampuan untuk menyusun makalah ini dengan baik. Meski demikian sebagai
manusia biasa tidaklah selalu terlepas dari kesalahan maupun kekurangan. Dalam
penulisan makalah yang berjudul “Botani Tanaman Padi” ini saya
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, tetapi saya tidak
akan menyerah begitu saja, saya akan terus berusaha mempersembahkan yang
terbaik. Maka dari itu saya sangatlah mengharapkan bantuan, bimbingan, arahan,
serta motifasi., kritik dan saran yang bersifat membangun guna mencapai hasil
yang lebih baik lagi.
Atas dukungan moral yang diberikan
saya mngucapkan terima kasih kepada ibu Dr.Ir. Etti Swasti, MP, selaku dosen
pengasuh mata kuliah Teknologi Produksi Tanaman Pangan I, penyusun juga mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu dalam kelancaran
penyusunan makalah ini, dan mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat
khususnya bagi saya dan umumnya bagi pembaca.
Ammin………..
DAFTAR ISI
Kata
pengantar......................................................................................................................
i
Daftar
isi.................................................................................................................................ii
Bab
I.......................................................................................................................................
1
Bab II
.....................................................................................................................................
3
Bab
III....................................................................................................................................
9
Daftar
Pustaka
.....................................................................................................................
10
DAFTAR
PUSTAKA
Aak. 1992. Morfologi Tumbuhan.Jakarta:Erlangga
Departemen
Pertanian.1983.cara bercocok tanam padi.Jakarta:Departemen
Pertanian
Grist.1960.tacsonomy Of
Plant. LA:Beverly
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia
adalah makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah SWT, yang memerlukan makan
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seperti yang diketahui saat ini banyak orang
yang mati, karena kelaparan. Kejadian itu sering terjadi, terutama di Indonesia
yang disebabkan karena kemalasan mereka untuk bekerja dan juga kurang pedulinya
pemerintah terhadap rakyat-rakyat kecil.
Manusia
memerlukan kebutuhan makanan pokok, yang mana di setiap suatu negara memiliki
makanan pokok yang berbeda-beda. Tetapi yang makanan pokok yang cukup terkenal
adalah beras atau nasi. Dan sebagian besar penduduk Indonesia makanan pokoknya
adalah nasi. Yang mana awalnya nasi atau beras itu berasal suatu tumbuhan padi
seperti rumput-rumputan, yang banyak ditanam dan dibudidayakan di negara kita
tercinta yaitu negara Indonesia.
Sebelum
manusia mengenal nasi, terutama di negara Indonesia ini, makanan pokoknya
adalah jagung, ketela, dan sagu. Untuk sagu itu yang paling banyak
dibudidayakan di Papua, karena sagu sebagai makanan pokok orang Papua sampai
pada saat ini.
Nasi adalah
makanan pokok yang berasal dari padi dan mudah dinikmati oleh siapapun, bukan
hanya nikmat, tetapi nasi mengandung berbagai zat makanan yang dipelukan oleh
tubuh kita, yaitu karbohidrat,protein, lemak, serat kasar, abu, dan vitamin.
Sehingga dapat membuat tubuh atau badan kita sehat. Dan jika ingin lebih nikmat
lagi, nasi dapat dicampur dengan lauk-pauk seperti ikan, daging, tempe, dan
sayur- sayuran seperti bayam, wortel, dan lain-lain.
Padi
merupakan tanaman yang paling penting di negeri kita di Indonesia ini. Karena
makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi yang dihasilkan dari tanaman
padi dalam bentuk beras. Selain di Indonesia tanaman padi juga menjadi makanan
pokok di negara-negara Asia lainnya seperti: China, India, Thailand,Vietnam dan
lain-lain. Padi merupakan tanaman rumput berumpun. Tanaman pertanian ini
berasal dari 2 benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan Subtropis.
Negara
produsen padi terkemuka adalah Republik Rakyat China (31% dari total produksi
dunia), India (20%), dan Indonesia (9%). Namun hanya sebagian kecil dari total
produksi dunia yang di perdagangkan antar negara (hanya sekitar 5-6% dari total
produksi dunia). Thailand merupakan negara pengekspor utama (26% dari total
produksi yang di perdagangkan di dunia) diikuti Vietnam (15%) dan Amerika
Serikat (11%). Indonesia merupakan pengimpor padi terbesar di dunia (14% dari
padi yang di perdagangkan di dunia) diikuti oleh Bangladesh (4%) dan Brazil
(3%).
1.2 RUANG LINGKUP
Makalah ini berisikan
tentang taksonomi/klasifikasi tanaman padi, morfologi tanaman padi dan fase-fase
pertumbuhan tanaman padi.
1.3 TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan dari pembuatan makalah ini
adalah:
1)
Membantu mahasiswa agar lebih inisiatif
2)
Menanamkan rasa tanggungjawab pada mahasiswa serta
rasa jujur.
Manfaat :
1.
Memberikan mahasiswa pengetahuan baru
2.
Menambah nilai akhir sebagai mana persentase nilai
yang telah di sepakati.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 TAKSONOMI/ KLASIFIKASI TANAMAN PADI
Berdasarkan literatur Grist (1960), padi dalam
sistematika tumbuhan diklasifikasikan kedalam :
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Spermatophyta
Sub divisio :
Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Famili : Graminae
Genus : Oryza Linn
Species : Oryza sativa L.
Dari taksonomi di atas dapat disimpulkan
bahwa tanaman padi merupakan tumbuhan berbunga, dan tumbuhan ini merupakan
tumbuhan berbiji tertutup. Sedangkan kelas dari padi adalah monocotyledonae,
yaitu tumbuhan yang berkeping/ kotiledonnya satu yang mempunyai akar serabut.
Berasal dari tanaman rumput-rumputan (Graminae).
2.2 MORFOLOGI TANAMAN PADI
Morfologi
tanaman padi adalah sebagai berikut:
1)
Akar
Berdasarkan
literatur Aak (1992) akar adalah bagian tanaman yang berfungsi menyerap air dan
zat makanan dari dalam tanah, kemudian diangkut ke bagian atas tanaman. Akar
tanaman padi dapat dibedakan atas :
- Radikula; akar yang tumbuh pada saat benih berkecambah. Pada benih yang sedang berkecambah timbul calon akar dan batang. Calon akar mengalami pertumbuhan ke arah bawah sehingga terbentuk akar tunggang, sedangkan calon batang akan tumbuh ke atas sehingga terbentuk batang dan daun.
- Akar serabut (akar adventif); setelah 5-6 hari terbentuk akar tunggang, akar serabut akan tumbuh.
- Akar rambut ; merupakan bagian akar yang keluar dari akar tunggang dan akar serabut. Akar ini merupakan saluran pada kulit akar yang berada diluar, dan ini penting dalam pengisapan air maupun zat-zat makanan. Akar rambut biasanya berumur pendek sedangkan bentuk dan panjangnya sama dengan akar serabut.
- Akar tajuk (crown roots) ;adalah akar yang tumbuh dari ruas batang terendah. Akar tajuk ini dibedakan lagi berdasarkan letak kedalaman akar di tanah yaitu akar yang dangkal dan akar yang dalam. Apabila kandungan udara di dalam tanah rendah,maka akar-akar dangkal mudah berkembang.
Bagian
akar yang telah dewasa (lebih tua) dan telah mengalami perkembangan akan
berwarna coklat, sedangkan akar yangbaru atau bagian akar yangmasih muda
berwarna putih.
2)
Batang
Padi
termasuk golongan tumbuhan Graminae dengan batang yang tersusun dari beberapa
ruas. Ruas-ruas itu merupakan bubung kosong. Pada kedua ujung bubung kosong itu
bubungnya ditutup oleh buku. Panjangnya ruas tidak sama. Ruas yang terpendek
terdapat pada pangkal batang. Ruas yang kedua, ruas yang ketiga, dan seterusnya
adalah lebih panjang daripada ruas yang didahuluinya. Pada buku bagian bawah
dari ruas tumbuh daun pelepah yang membalut ruas sampai buku bagian atas.Tepat
pada buku bagian atas ujung dari daun pelepah memperlihatkan percabangan dimana
cabang yang terpendek menjadi ligula (lidah) daun, dan bagian yamg terpanjang
dan terbesar menjadi daun kelopak yang memiliki bagian auricle pada sebelah
kiri dan kanan. Daun kelopak yang terpanjang dan membalut ruas yang paling atas
dari batang disebut daun bendera. Tepat dimana daun pelepah teratas menjadi
ligula dan daun bendera, di situlah timbul ruas yang menjadi bulir padi.
Pertumbuhan
batang tanaman padi adalah merumpun, dimana terdapat satu batang tunggal/batang
utama yang mempunyai 6 mata atau sukma, yaitu sukma 1, 3, 5 sebelah kanan dan
sukma 2, 4, 6 sebelah kiri. Dari tiap-tiap sukma ini timbul tunas yang disebut
tunas orde pertama.
Tunas
orde pertama tumbuhnya didahului oleh tunas yang tumbuh dari sukma pertama,
kemudian diikuti oleh sukma kedua, disusul oleh tunas yang timbul dari sukma
ketiga dan seterusnya sampai kepad apembentukan tunas terakhir yang keenam pada
batang tunggal.Tunas-tunas yang timbul dari tunas orde pertama disebu ttunas
orde kedua. Biasanya dari tunas-tunas orde pertama ini yang menghasilkan
tunas-tunas orde kedua ialah tunas orde pertama yang terbawah sekali pada
batang tunggal/ utama. Pembentukan tunas dari orde ketiga pada umunya tidak
terjadi,oleh karena tunas-tunas dari orde ketiga tidak mempunyai ruang hidup
dalam kesesakan dengan tunas-tunas dari orde pertama dan kedua.
3)
Daun
Padi
termasuk tanaman jenis rumput-rumputan mempunyai daun yang berbeda-beda, baik
bentuk, susunan, atau bagian bagiannya. Ciri khas daun padi adalah adanya sisik
dan telinga daun. Hal inilah yang menyebabkan daun padi dapat dibedakan dari jenis
rumput yang lain. Adapun bagian-bagian daun padi adalah :
- Helaian daun ; terletak pada batang padi dan selalu ada. Bentuknya memanjang seperti pita. Panjang dan lebar helaian daun tergantung varietas padi yang bersangkutan.
- Pelepah daun (upih) ;merupakan bagian daun yang menyelubungi batang, pelepah daun ini berfungsi memberi dukungan pada bagian ruas yang jaringannya lunak, dan hal ini selalu terjadi.
- Lidah daun ; lidah daun terletak pada perbatasan antara helai daun dan upih. Panjang lidah daun berbeda-beda, tergantung pada varietas padi. Lidah daun duduknya melekat pada batang. Fungsi lidah daun adalah mencegah masuknya air hujan diantara batang dan pelepah daun (upih). Disamping itu lidah daun juga mencegah infeksi penyakit, sebab media air memudahkan penyebaran penyakit.
Daun
yang muncul pada saat terjadi perkecambahan dinamakan koleoptile. Koleoptil keluar
dari benih yang disebar dan akan memanjang terus sampai permukaan air.
koleoptil baru membuka, kemudian diikuti keluarnya daun pertama, daun kedua dan
seterusnya hingga mencapai puncak yang disebut daun bendera, sedangkan daun
terpanjang biasanya pada daun ketiga. Daun bendera merupakan daun yang lebih
pendek daripada daun-daun di bawahnya, namun lebih lebar dari pada daun
sebelumnya. Daun bendera ini terletak di bawah malai padi. Daun padi mula-mula
berupa tunas yang kemudian berkembang menjadi daun. Daun pertama pada batang
keluar bersamaan dengan timbulnya tunas (calon daun) berikutnya. Pertumbuhan
daun yang satu dengan daun berikutnya (daun baru) mempunyai selang waktu 7
hari,dan 7 hari berikutnya akan muncul daun baru lainnya.
4)
Bunga
Sekumpulan
bunga padi (spikelet) yang keluar dari buku paling atas dinamakan malai.
Bulir-bulir padi terletak pada cabang pertama dan cabang kedua, sedangkan sumbu
utama malai adalah ruas buku yang terakhir pada batang. Panjang malai
tergantung pada varietas padi yang ditanam dan cara bercocok tanam. Dari sumbu
utama pada ruas buku148 yang terakhir inilah biasanya panjang malai (rangkaian
bunga) diukur. Panjang malai dapat dibedakan menjadi 3 ukuran yaitu malai
pendek (kurang dari 20 cm), malai sedang (antara 20-30 cm), dan malai panjang
(lebih dari 30cm). Jumlah cabang pada setiap malai berkisar antara 15-20 buah,
yang paling rendah 7 buah cabang, dan yang terbanyak dapat mencapai 30 buah
cabang. Jumlah cabang ini akan mempengaruhi besarnya rendemen tanaman padi
varietas baru, setiap malai bisa mencapai100-120 bunga (Aak, 1992).
Bunga
padi adalah bunga telanjang artinya mempunyai perhiasan bunga. Berkelamin dua
jenis dengan bakal buah yang diatas. Jumlah benang sari ada 6 buah, tangkai
sarinya pendek dan tipis, kepala sari besar serta mempunyai dua kandung serbuk.
Putik mempunyai dua tangkai putik, dengan dua buah kepala putik yang berbentuk
malai dengan warna pada umumnya putih atau ungu (Departemen Pertanian, 1983).
Komponen-komponen
(bagian) bunga padi adalah:
- kepala sari
- tangkai sari,
- palea (belahan yang besar),
- lemma (belahan yang kecil),
- kepala putik,
- tangkai bunga.
5)
Buah
Buah
padi yang sehari-hari kita sebut biji padi atau butir/gabah,sebenarnya bukan
biji melainkan buah padi yang tertutup oleh lemma dan palea. Buah ini terjadi
setelah selesai penyerbukkan dan pembuahan. Lemma dan palea serta bagian lain
yang membentuk sekam atau kulit gabah (Departemen Pertanian, 1983).
Jika
bunga padi telah dewasa, kedua belahan kembang mahkota (palea dan lemmanya)
yang semula bersatu akan membuka dengan sendirinya sedemikian rupa sehingga
antara lemma dan palea terjadi siku/sudut sebesar 30-600. Membukanya kedua
belahan kembang mahkota itu terjadi pada umumnya pada hari-hari cerah antara
jam 10-12, dimana suhu kira-kira 30-32
. Di dalam dua daun
mahkota palea dan lemma itu terdapat bagian dalam dari bunga padi yang terdiri
dari bakal buah (biasa disebut karyiopsis).
Jika
buah padi telah masak, kedua belahan daun mahkota bunga itulah yang menjadi
pembungkus berasnya (sekam). Diatas karyiopsis terdapat dua kepala putik yang
dipikul oleh masing-masing tangkainya. Lodicula yang berjumlah dua buah, sebenarnya
merupakan daun mahkota yang telah berubah bentuk. Pada waktu padi hendak
berbunga, lodicula menjad imengembang karena menghisap cairan dari bakal buah. Pengembangan
ini mendorong lemma dan palea terpisah dan terbuka.
Hal ini memungkinkan benang sari yang memanjang keluar
dari bagian atas atau dari samping bunga yang terbuka tadi. Terbukanya bunga
diikuti dengan pecahnya kandung serbuk, yang kemudian menumpahkan tepung
sarinya. Sesudah tepung sarinya ditumpahkan dari kandung serbuk maka lemma dan palea
menutup kembali. Dengan berpindahnya tepung sari dari kepala putik maka
selesailah sudah proses penyerbukkan. Kemudian terjadilah pembulaian yang
menghasilkan lembaga danendosperm. Endosperm adalahpenting sebagai
sumbercadangan makanan bagitanaman yang baru tumbuhan.
2.3 FASE-FASE PERTUMBUHAN
TANAMAN PADI
Keseluruhan organ tanaman padi terdiri dari
dua kelompok, yakni organ vegetatif dan organ generatif (reproduktif).
Bagian-bagian vegetatif meliputi akar, batang dan daun, sedangkan bagian
generatif terdiri dari malai, gabah dan bunga.
Dari sejak berkecambah sampai panen, tanaman padi memerlukan 3-6 bulan, yang seluruhnya terdiri dari dua stadia pertumbuhan, yakni vegetatif dan generatif. Fase reproduktif selanjutnya terdiri dari dua, pra-berbunga dan pasca-berbunga, periode pasca-berbunga disebut juga sebagai periode pemasakan. Oleh karena itu, Yoshida membagi pertumbuhan padi menjadi 3 bagian yakni fase vegetatif, reproduktif, dan pemasakan.
Dari sejak berkecambah sampai panen, tanaman padi memerlukan 3-6 bulan, yang seluruhnya terdiri dari dua stadia pertumbuhan, yakni vegetatif dan generatif. Fase reproduktif selanjutnya terdiri dari dua, pra-berbunga dan pasca-berbunga, periode pasca-berbunga disebut juga sebagai periode pemasakan. Oleh karena itu, Yoshida membagi pertumbuhan padi menjadi 3 bagian yakni fase vegetatif, reproduktif, dan pemasakan.
Fase vegetatif meliputi pertumbuhan tanaman
dari mulai berkecambah sampai dengan inisiasi primordia malai: fase reproduktif
dimulai dari inisiasi primordia malai sampai berbunga (heading) dan pemasakan
dimulai dari berbunga sampai masak panen. Untuk suatu varietas berumur 120 hari
yang ditanam di daerah tropik, maka vase vegetatif memerlukan 60 hari, fase
reproduktif 30 hari, dan fase pemasakan 30 hari.
Stadia reproduktif ditandai dengan
memanjangnya ruas teratas pada batang, yang sebelumnya tertumpuk rapat dekat
permukaan tanah. Di samping itu, stadia reproduktif juga ditandai dengan
berkurangnya jumlah anakan, munculnya daun bendera, bunting dan pembungaan
(heading). Inisiasi primordia malai bisaanya dimulai 30 hari sebelum heading.
Stadia inisiasi ini hampir bersamaan dengan memanjangnya ruas-ruas yang terus
berlanjut sampai berbunga. Oleh sebab itu stadia reproduktif disebut juga
stadia pemanjangan ruas-ruas.
Pembungaan (heading) adalah stadia keluarnya
malai, sedangkan antesis segera mulai setelah heading. Oleh sebab itu, heading
diartikan sama dengan antesis ditinjau dari segi hari kalender. Dalam suatu
komunitas tanaman, fase pembungaan memerlukan waktu selama 10-14 hari, karena
terdapat pebedaan laju perkembangan antar tanaman maupun antar anakan. Apabila
50% bunga telah keluar maka pertanaman tersebut dianggap dalam fase pembungaan.
Antesis telah mulai bila benang sari bunga
yang paling ujung pada tiap cabang malai telah tampak keluar. Pada umunnya
antesis berlangsung antara jam 08.00 – 13.00 dan persarian (pembuahan) akan
selesai dalam 5-6 jam setelah antesis. Dalam suatu malai, semua bunga
memerlukan 7-10 hari untuk antesis, tetapi pada umumnya hanya 7 hari. Antesis
terjadi 25 hari setelah bunting.
Berdasarkan hal-hal tersebut maka dapat
diperkirakan bahwa berbagai komponen pertumbuhan dan hasil telah mencapai
maksimal sebelum bunganya sendiri keluar dari pelepah daun bendera. Jumlah
malai pada tiap satuan luas tidak bertambah lagi 10 hari setelah anakan
maksimal, jumlah gabah pada tiap malai telah ditentukan selama periode 32
sampai 5 hari sebelum heading. Sementara itu, ukuran sekam hanya dapat
dipengaruhi oleh radiasi selama 2 minggu sebelum antesis (puslitbangtan,1988).
Periode pemasakan benih terdiri dari 4 stadia
masak dalam proses pemasakan bulir:
1.Stadia masak susu.
Tanda-tandanya : tanaman padi masih berwarna
hijau, tetapi malai-malainya sudah terkulai: ruas batang bawah kelihatan
kuning: gabah bila dipijit dengan kuku keluar cairan seperti susu.
2.Stadia masak kuning.
Tanda-tandanya : seluruh tanaman tampak
kuning: dari semua bagian tanaman, hanya buku-buku sebelah atas yang masih
hijau: isi gabah sudah keras, tetapi mudah pecah dengan kuku
.
3.Stadia masak penuh.
Tand-tandanya : buku-buku sebelah atas
berwarna kuning, sedang batang-batang mulai kering: isi gabah sukar dipecahkan:
pada varietas-varietas yang mudah rontok, stadia ini belum terjadi kerontokan.
Stadia masak penuh terjadi setelah ± 7 hari setelah stadia masak kuning.
4.Stadia masak mati.
Tanda-tandanya : isi gabah keras dan kering:
varietas yang mudah rontok pada stadia ini sudah mulai rontok. Stadia masak
mati terjadi setelah ± 6 hari setelah masak penuh.
BAB III
KESIMPULAN
Dari
makalah ini dapat disimpulkan bahwa padi merupakan tanaman berbunga, dan berbiji tertutup,
termasuk kedalam kelas monokotil, dan merupakan tanaman rumput-rumputan yang
mempunyai genus Oryza L.
Dan
morfologi tanaman padi terdiri dari akar,batang, daun, bunga dan buah.
Sedangkan fase-fase pertumbuhan tanaman padi terdiri dari fase vegetatif dan
fase generatif. Fase vegetatif meliputi pertumbuhan tanaman dari mulai berkecambah
sampai dengan inisiasi primordia malai: fase reproduktif dimulai dari inisiasi
primordia malai sampai berbunga (heading) dan pemasakan dimulai dari berbunga
sampai masak panen. Periode pemasakan benih terdiri dari 4 stadia masak dalam
proses pemasakan bulir:
1.Stadia masak susu.
2.Stadia masak kuning.
3.Stadia masak penuh.
4.Stadia masak mati.
Mohon maaf kalau mengganggu, tapi daftar pustakanya ada di mana ya?
BalasHapus